Mengenal Apa Itu WWTP (Wastewater Treatment Plant)
Limbah air memerlukan penanganan yang tepat sebelum dibuang. Wastewater Treatment Plant (WWTP) adalah langkah meminimalisasi limbah air mengontaminasi lingkungan.
Wastewater adalah atau air limbah adalah air bekas pakai. Air ini mengandung berbagai jenis zat sampah termasuk limbah dari tubuh manusia, sisa makanan, minyak, sabun hingga bahan kimia.
Di rumah, wastewater juga termasuk air yang berasal dari wastafel, pancuran, bak mandi, toilet, mesin cuci dan lain sebagainya. Dunia industri juga menyumbangkan bagian yang tak sedikit dari air bekas pakai yang perlu dibersihkan.
Dalam pengelolaan limbah air, dikenal istilah wastewater treatment plant atau WWTP.WWTP adalah hal yang secara khusus wajib dipahami oleh semua pengusaha yang industrinya menghasilkan limbah air untuk menjaga lingkungan tetap bersih. Simak lebih jauh pengertian WWTP, cara kerja dan manfaatnya berikut ini!
Pengertian Wastewater Treatment Plant
WWTP adalah proses yang digunakan untuk menghilangkan kontaminan dari air limbah dan mengubahnya menjadi efluen yang bisa dikembalikan ke dalam siklus air. Setelah dikembalikan ke siklus air, limbah tersebut bisa menciptakan dampak yang positif yang dapat diterima oleh lingkungan atau bisa dimanfaatkan kembali untuk berbagai tujuan.
WWTP dikenal juga dengan istilah pengolahan air limbah. Ini dilakukan di instalasi pengolahan air limbah. Untuk air limbah domestik (atau yang juga disebut dengan limbah karena aktivitas harian/rumah tangga manusia), tempat pengolahannya disebut dengan sewage treatment plant (instalasi pengolahan limbah).
Untuk limbah yang berasal dari aktivitas industri, proses pengolahan air limbah dilakukan di tempat khusus yang terpisah atau bisa juga di sewage treatment plant (biasanya setelah limbah melalui proses pra-treatment). Jenis lain dari instalasi pengolahan air limbah termasuk instalasi pengolahan air limbah dan instalasi pengolahan lindi.
Air limbah tidak selalu hanya berasal dari suatu aktivitas yang dilakukan oleh manusia.
Air yang berasal dari limpasan saat hujan turun juga termasuk limbah. Meski banyak orang menganggap bahwa air hujan yang mengalir di jalan cukup bersih, ternyata tidak selalu begitu. Zat berbahaya yang menyapu jalan, tempat parkir atau atap rumah kita bisa merusak sungai atau danau kita.
Bagaimana Cara Kerja WWTP?
WWTP plant membersihkan kotoran dari air sehingga bisa dikembalikan ke alam. Instalasi ini akan menyaring padatan dan polutan, menguraikan bahan organik serta mengembalikan lagi kandungan oksigen dari air yang diproses. Pengolahan ini bisa dicapai dengan 4 tahapan yakni pra-treatment, pengolahan primer, sekunder dan sludge.
Biasanya, jaringan saluran pembuangan yang terhubung ke kawasan hunian, sekolah, bangunan komersial dan pintu jalan mengalirkan air limbah bercampur padatan ke tangki pengumpul dan instalasi pengolahan dalam aliran yang berjalan terus menerus. Untuk memahami bagaimana cara kerja wastewater treatment plant, simak penjelasannya berikut ini!
Tahapan 1: Pre Treatment (Pra-pengolahan)
Dalam tahapan pra-pengolahan, instalasi pengolahan limbah akan menyingkirkan kontaminan yang paling mudah. Material yang besar seperti dahan pohon, kaleng, sampah ranting dan daun, dan bahan limbah padatan lainnya.
Di berbagai pabrik, aliran air akan diatur agar batu, pasir, kaca dan bahan padatan lain bisa mengendap dalam bak khusus. Bak tersebut menampung air limbah hingga siap diolah sekaligus menampung luapan akibat hujan deras.
Beberapa instalasi pengolahan air limbah juga menghilangkan minyak atau lemak dari permukaan air selama pra-pengolahan. Ada juga yang memakai blower udara untuk mengubah bahan berminyak menjadi buih agar lebih mudah disingkirkan. Ada juga instalasi yang melakukan penghilangan lemak selama proses pengolahan primer.
Tahapan 2: Primary Treatment (Pengolahan Utama)
Setelah melalui proses pra-pengolahan, air limbah dikumpulkan di clarifiers primer yang berupa bak besar dan tangki endapan. Gravitasi membuat partikel yang lebih kecil mengendap di bagian dasar bak. Scraper yang digerakkan secara mekanis mengumpulkan bahan padatan dan mengalirkannya ke hopper yang tersambung dengan alat pengolahan lumpur.
Jika pabrik tidak menghilangkan lemak dan minyak selama pra-pengolahan, mereka akan melakukannya di fase ini dengan skimmer permukaan. Beberapa pabrik menggunakan peralatan khusus untuk menyabunkan lemak yang terkumpul dengan cara mencampurnya bersama alkali sehingga menghasilkan gliserol dan sabun.
Tahapan 3: Secondary Treatment (Pengolahan Sekunder)
Pada tahapan berikutnya, instalasi menganginkan lalu mengaduk air limbah pada bak sekunder, mencampurkan mikroorganisme yang berguna untuk mengurai material organik jadi lumpur. Pabrik menggunakan beragam cara alternatif untuk mengurai lumpur.
Misalnya saja, instalasi bisa membiakkan sejumlah besar mikroba dan mengalirkan bahan limbah di atas biofilm. Ada juga pabrik yang mencampurkan biomassa dengan bahan limbah, menghasilkan lumpur aktif yang bisa didaur ulang dan dipakai kembali. Flok biologis yang terbentuk akan menghilangkan nitrogen dan karbon yang terkandung dalam limbah organik.
Beberapa tempat instalasi membuat lahan basah dan permukaan dengan alang-alang yang akan mengurai limbah organik. Teknologi lain yang juga bisa dimanfaatkan pada tahapan ini termasuk filter aerasi biologis dan bioreaktor membran. Air limbah yang dihasilkan dan terkumpul akan mengendap dalam tangki clarifiers sekunder.
Tahapan 4: Sludge Treatment
Tahap akhir dari WWTP adalah mengolah sisa air dan lumpur atau biosolid. Gravitasi akan membuat sampah organik dari pasir yang lebih berat yang disimpan di tempat pembuangan sampah terpisah satu sama lain. Sisa lumpur primer akan mengalir ke pengental di mana ia akan disentrifugasi dan diumpankan ke tangki pengurai yang berisi bakteri anaerob.
Tangki ini akan menghasilkan zat metana yang bisa digunakan sebagai pembangkit listrik. Produk padat akhir berupa lumpur yang distabilkan, dapat dihilangkan baunya sebagian dan dimanfaatkan ke tanah sebagai pupuk. Sementara sisa air limbah akan diolah untuk menghilangkan nitrogen, fosfor dan zat lainnya. Didesinfeksi dengan ozon, klorin atau sinar ultraviolet untuk kemudian dikembalikan ke pasokan air. Semua proses serta peralatan yang digunakan untuk mengolah air limbah harus sesuai dengan standar yang berlaku dan diatur oleh pemerintah.






